Di saat kita dihadapkan pada dua pilihan
Yang kita sukai, tapi harus memilih salah satu
Saat itulah hati ini dirasuki
Oleh berbagai rasa
Bingung, bimbang, tak yakin
Hatiku ragu
Atas apa yang akan kupilih
Sungguh, aku bingung
Sekarang pun aku ragu
Belum kutentukan pilihanku
Sementara itu waktu terus mengejarku
Bingung masih merasukiku
Jangan biarkan bingung merasukimu
Tepislah keraguan dalam dirimu
Ubahlah bimbang menjadi bintang
Pilih yang lebih menguntungkan
Sementara sang waktu terus mengejar
Tentukan pilihanmu
Sebelum kau benar-benar kecewa
Karena terlambat mengambil keputusan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 September 2016
Kamis, 11 Februari 2016
My poem 2 : 4 bersaudara
Ada beberapa hal yang kita dapatkan dari Hati
Mereka semua bersahabat
Cinta, Kasih sayang, percaya diri dan Harapan adalah 4 bersaudara
Pertemanan, setia kawan, dan jujur adalah sebuah teman dekat
Jika kita menanam Cinta, kita akan memanen Keluarga
Jika kita menanam Kasih sayang, kita akan memanen Kebahagiaan
Jika kita menanam percaya diri, kita akan memanen Keberanian
Jika kita menanam Harapan, kita akan memanen Kesuksesan
Jika kita menanam Pertemanan, kita akan memanen Persahabatan
Jika kita menanam Setia kawan, kita akan memanen Disayang Kawan
Jika kita menanam Jujur, kita akan memanen Kepercayaan
Itulah tanaman kehidupan yang harus kita tanam di ladang hati nurani
Kita tidak boleh menyia-nyiakan tempat kecil di hati untuk Kejahatan
Mereka semua bersahabat
Cinta, Kasih sayang, percaya diri dan Harapan adalah 4 bersaudara
Pertemanan, setia kawan, dan jujur adalah sebuah teman dekat
Jika kita menanam Cinta, kita akan memanen Keluarga
Jika kita menanam Kasih sayang, kita akan memanen Kebahagiaan
Jika kita menanam percaya diri, kita akan memanen Keberanian
Jika kita menanam Harapan, kita akan memanen Kesuksesan
Jika kita menanam Pertemanan, kita akan memanen Persahabatan
Jika kita menanam Setia kawan, kita akan memanen Disayang Kawan
Jika kita menanam Jujur, kita akan memanen Kepercayaan
Itulah tanaman kehidupan yang harus kita tanam di ladang hati nurani
Kita tidak boleh menyia-nyiakan tempat kecil di hati untuk Kejahatan
Selasa, 24 November 2015
My poem 3 : perubahan bumiku
Lihatlah dirimu
Begitu anggun senyumanmu
Menebarkan pesonamu
Dengan warna-warni semua yang ada di atasmu
Wahai bumiku
Engkau tempat aku lahir
Engkau tempat aku tinggal
Engkau tempat aku bergembira
sepanjang penelitian
tak ada yang lebih baik darimu
uranus yang dingin
dan venus yang panas
tak dapat menandingimu
Lihatlah permukaanmu
Dengan laut yang biru berkilau
Gunung dengan salju-salju
Dan hutan dengan flora dan fauna
Begitu anggun senyumanmu
Menebarkan pesonamu
Dengan warna-warni semua yang ada di atasmu
Wahai bumiku
Engkau tempat aku lahir
Engkau tempat aku tinggal
Engkau tempat aku bergembira
sepanjang penelitian
tak ada yang lebih baik darimu
uranus yang dingin
dan venus yang panas
tak dapat menandingimu
Lihatlah permukaanmu
Dengan laut yang biru berkilau
Gunung dengan salju-salju
Dan hutan dengan flora dan fauna
Jumat, 30 Oktober 2015
My poem 4 : sahabat
Derasnya hujan
Mengguyur langit malam
Ku berjalan tanpa semangat
Menginjak genangan tanpa semangat
Awan tak kunjung menghilang
Dingin tak kunjung menyerah
Hujan tak kunjung berhenti
Kapan cuaca kan membaik?
Ketika ku mengadah
Ku melihat
Payung merah muda menaungiku
Melindungiku dari derasnya hujan
Mengguyur langit malam
Ku berjalan tanpa semangat
Menginjak genangan tanpa semangat
Awan tak kunjung menghilang
Dingin tak kunjung menyerah
Hujan tak kunjung berhenti
Kapan cuaca kan membaik?
Ketika ku mengadah
Ku melihat
Payung merah muda menaungiku
Melindungiku dari derasnya hujan
Rabu, 07 Oktober 2015
My poem 5 : hanya tinggal kenangan
ku melamun
di tengah hujan
menatap gumpalan awan
mengingat sebuah kenangan
langit yang membiru
di tengah hujan
menatap gumpalan awan
mengingat sebuah kenangan
langit yang membiru
membuatku teringat masa lalu
ketika ku bermain bersama sahabatku
dinaungi awan yang biru
kami berlari tak kenal lelah
kami tertawa bersama - sama
memandangi luasnya dunia
dan semua keindahanya
Senin, 31 Agustus 2015
My poem 6 : Alam Yang Indah
Langit yang cerah
surya yang bersinar
berkilau menerangi seisi dunia
rumput melambai tertiup angin
alam menebarkan pesonanya
Tahukah kau kawan?
dibalik permukaannya
danau menyimpan banyak rahasia
Di danau yang tenang
Di danau yang licin selicin kaca
Jaud di bawah sana
ikan berwarna warni berenang riang gembira
seperti sekelompok pelangi yang hidup
surya yang bersinar
berkilau menerangi seisi dunia
rumput melambai tertiup angin
alam menebarkan pesonanya
Tahukah kau kawan?
dibalik permukaannya
danau menyimpan banyak rahasia
Di danau yang tenang
Di danau yang licin selicin kaca
Jaud di bawah sana
ikan berwarna warni berenang riang gembira
seperti sekelompok pelangi yang hidup
Langganan:
Postingan (Atom)