Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fantasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 April 2016
Dongeng binatang bilingual
Selasa, 24 November 2015
adventure in venezuela
Di dandelion girl pony
school, terlihat beberapa anak sedang berpatroli di koridor sekolah yang tua. Mereka
adalah para senior girl. Senior girl adalah sebutan untuk siswi yang bertanggung jawab
atas murid kelas tiga dan empat.
Para senior girl yang terpilih akan menempati tempat sebagai senior girl generous, senior girl honesty, dan senior girl kindness. Tiga anak ini adalah Helena, Marlissa, dan Arabella. Pada suatu hari, ketika mereka sedang berpatroli seperti biasanya, Marlissa melihat sebuah portal di perpustakaan. Dalam hati, dia ingin sekali masuk ke portal tersebut. Namun, tugasnya harus di laksanakan.
Maka ia mengurungkan niat untuk memasuki portal tersebut. Setelah berpatroli dan semua beres, Marissa menemui kedua temannya yang lain. Mereka pergi ke kelas dan menceritakan laporan kepada miss jane. Ketika istirahat, Marissa menceritakan hal yang dilihatnya kepada Arabella dan Helena.
”Aku melihat portal di perpustakaan.Aku ingin memasukinya. Aku penasaran dengan tembusannya. Tetapi tugasku sebagai senior girl harus tetap kujalankan. Maka aku pun berpatroli. Dengan rasa penasaran tertahan, aku pun berpatroli” Cerita Marissa.
”Bagaimana jika kita menyelidikinya sekarang?” Usul Arabella. Usul itu diterima oleh yang lain dengan baik. Beramai – ramailah mereka pergi ke perpustakaan.Namun Helena merasa ada yang ganjil di perpustakaan.
”Aku merasa ada yang janggal.mengapa perpustakaan ini sepi?biasanya saat istirahat seperti ini perpustakaan selalu ramai” Kata Helena.
”Aku juga merasa begitu” Jawab Arabella. Mereka lalu memasuki portal. setelah beberapa menit di dalam portal, mereka keluar dari portal.
Para senior girl yang terpilih akan menempati tempat sebagai senior girl generous, senior girl honesty, dan senior girl kindness. Tiga anak ini adalah Helena, Marlissa, dan Arabella. Pada suatu hari, ketika mereka sedang berpatroli seperti biasanya, Marlissa melihat sebuah portal di perpustakaan. Dalam hati, dia ingin sekali masuk ke portal tersebut. Namun, tugasnya harus di laksanakan.
Maka ia mengurungkan niat untuk memasuki portal tersebut. Setelah berpatroli dan semua beres, Marissa menemui kedua temannya yang lain. Mereka pergi ke kelas dan menceritakan laporan kepada miss jane. Ketika istirahat, Marissa menceritakan hal yang dilihatnya kepada Arabella dan Helena.
”Aku melihat portal di perpustakaan.Aku ingin memasukinya. Aku penasaran dengan tembusannya. Tetapi tugasku sebagai senior girl harus tetap kujalankan. Maka aku pun berpatroli. Dengan rasa penasaran tertahan, aku pun berpatroli” Cerita Marissa.
”Bagaimana jika kita menyelidikinya sekarang?” Usul Arabella. Usul itu diterima oleh yang lain dengan baik. Beramai – ramailah mereka pergi ke perpustakaan.Namun Helena merasa ada yang ganjil di perpustakaan.
”Aku merasa ada yang janggal.mengapa perpustakaan ini sepi?biasanya saat istirahat seperti ini perpustakaan selalu ramai” Kata Helena.
”Aku juga merasa begitu” Jawab Arabella. Mereka lalu memasuki portal. setelah beberapa menit di dalam portal, mereka keluar dari portal.
Minggu, 30 Agustus 2015
How to train the dragon
Hai....... lama tak jumpa. Tapi sekarang aku mau cerita tentang film How to train The dragon. Kalian ada yag pernah lihat filmnya? aku pernah
ceritanya tentang sebuah desa bernama Berk. Di desa Berk, banyak berkeliaran naga naga penyembur api,listrik, dan gas beracun. Kepala suku Berk, Stoick mempunyai seorang anak bernama Hiccup. Hiccup pernah menembak naga jenis Night Fury. Di Berk, Night Fury adalah jenis naga yang paling ditakuti. Hiccup menembak Night Fury dengan meriam jaring. Sehari atau mungkin dua - tiga hari setelah tempur, Hiccup pergi ke gunung, di sana dia melihat sebuah batang pohon yang patah dan jejak memanjang di tanah, Hiccup mengikuti jejak itu dan dia melihat sosok hitam besar. Hiccup mendekati sosok itu dan dia melihat Naga!. Seekor Night fury, jenis yang paling ditakuti sedang tertidur. Hiccup mengeluarkan pisaunya dan naga itu terbangun. Hiccup memotong tali jaring yang menjeratnya. Naga itu maju. Lalu terbang ke udara. Hiccup melihat keanehan dalam cara terbang naga itu. Dia melihat lebih seksama dan melihat bahwa ekor naga itu cuma satu. Dia pun membuat ekor palsu dari kuit. Pada suatu hari, ketika ia latihan bertarung, Hiccup tidak menggunakan perisai dan kapak seperti yang lain. Dia menggunakan rumput untuk mengalahkan naga itu. Sedikit demi sedikit, dia mengetahui tentang kebiasaan naga. Dia menjadi petarung ulung. Dia pun lebih terkenal daripada temannya, Astrid
ceritanya tentang sebuah desa bernama Berk. Di desa Berk, banyak berkeliaran naga naga penyembur api,listrik, dan gas beracun. Kepala suku Berk, Stoick mempunyai seorang anak bernama Hiccup. Hiccup pernah menembak naga jenis Night Fury. Di Berk, Night Fury adalah jenis naga yang paling ditakuti. Hiccup menembak Night Fury dengan meriam jaring. Sehari atau mungkin dua - tiga hari setelah tempur, Hiccup pergi ke gunung, di sana dia melihat sebuah batang pohon yang patah dan jejak memanjang di tanah, Hiccup mengikuti jejak itu dan dia melihat sosok hitam besar. Hiccup mendekati sosok itu dan dia melihat Naga!. Seekor Night fury, jenis yang paling ditakuti sedang tertidur. Hiccup mengeluarkan pisaunya dan naga itu terbangun. Hiccup memotong tali jaring yang menjeratnya. Naga itu maju. Lalu terbang ke udara. Hiccup melihat keanehan dalam cara terbang naga itu. Dia melihat lebih seksama dan melihat bahwa ekor naga itu cuma satu. Dia pun membuat ekor palsu dari kuit. Pada suatu hari, ketika ia latihan bertarung, Hiccup tidak menggunakan perisai dan kapak seperti yang lain. Dia menggunakan rumput untuk mengalahkan naga itu. Sedikit demi sedikit, dia mengetahui tentang kebiasaan naga. Dia menjadi petarung ulung. Dia pun lebih terkenal daripada temannya, Astrid
Selasa, 23 Juni 2015
adventure in mermaid world (part 3)
Hutan
Tortoiselia
Mereka sampai di sebuah
hutan. Hutan Tortoiselia kata Nory. Mereka melanjutkan perjalanan hingga di
tengah hutan. Di sana, mereka menemukan sesuatu yang menarik. “Kalian, lihat
aku menemukan sesuatu!” panggil Rainblowra. Empat anak yang lain berenang ke
tempat Rainblowra. Benda yang di maksud Rainblowra adalah sebuah batu berwarna
pelangi. Batu itu mengeluarkan cahaya yang terang. Ketika Valonia bertanya nama
batu itu, nory menjawab “Itu adalah Rainbow dust. Batu itu jika ditumbuk,
serbuknya dapat membuat cahaya pelangi yang menyilaukan mata. Caranya lempar
serbuk itu ke arah benda yang akan disilaukan. Cahayanya dapat diperkuat dengan
cermin”. Rainblowra lalu mengantongi batu itu. Ketika mereka menyiapkan tempat untuk
bermalam, Thundera menemukan gua yang cukup luas. Mereka bermalam di situ. Keesokan
harinya, mereka melanjutkan perjalanan. Di mana mana rumput laut yang tinggi
saja yang nampak. “Sial rumput laut ini. Di mana – mana hanya ada benda ini.”
keluh Thundera. Dia lalu menebas serumpun besar rumput laut dengan pedangnya.
Suara tebasan pedang itu mengagetkan Nory. “Thunder, apa yang kau lakukan?”
Tanyanya. “Maaf. Rumput laut ini membuatku kesal. Jadi aku potong saja” jawab
yang ditanya. Setelah itu, rumput laut tersebut tiba tiba saja hilang.
Pemandangan berganti dengan bunga –
bunga bulat berwarna merah dan buih – buih kuning. Tidak ada lagi rumput laut
di kanan kiri mereka. Banyak siput laut merayap di bawah mereka. “Eugh,
pemandangan ini membuatku mual” keluh Flowerina. Hari mulai gelap. Nory
memutuskan bermalam di situ. “Tap-tapi, serangga ini menjijikkan sekali” protes
Rainblowra. “Tidak ada tapi tapian!” ujar Nory. Rainblowra mengeluh “Baiklah,
tapi cari tempat yang tidak ada serangganya ya”. Nory mengajak mereka bermalam
di sebuah tempat yang terlindung Karang runcing. Nory menemukan sebuah tempat
yang terbebas dari karang. Dari sana mereka masuk ke tempat itu. Tempat mereka
bermalam terbuat dari goa yang dilapisi rumput laut. Bagian depannya terlindung
oleh karang runcing yang terletak tidak beraturan. Mereka lalu tidur. Keesokan
harinya, Valonia bangun dan melihat radar. Mereka sudah dekat dengan Galapagia.
“Masih ada dua tempat yang harus kita lewati untuk sampai di Galapagia. Yaitu
Tebing Marianova dan Gunung sluggy river” jelas Nory. Ketika mereka sampai di
tepi sungai hutan Tortoiselia, Flowerina menemukan sepohon buah yang berbentuk
seperti anggur berwarna merah menyala. “Apa ini?” tanya Flowerina. “Ini
geronimo grape. Jika dilempar akan mengeluarkan asap tebal berwarna merah yang
membuat pusing” jawab Nory. Flowerina mengambil dua tangkai geronimo grape.
Mereka lalu beristirahat sejenak di sungai itu. Nory mengambil lima butir
mutiara berwarna biru. “Wah, Singing Pearl. Indahnya” puji rainblowra. “Singing
pearl, Mutiara bernyanyi?” gumam Valonia.
“Makan ini. Jika kalian memakan ini,
kalian dapat mengeluarkan gelombang suara yang besar jika kalian
berteriak” perintah Nory. Masing – masing anak mengambil satu Singing Pearl dan
memakannya. “ Tidak ada perubahan” kata Valonia. Nory tersenyum. “ Perubahannya
tidak di tubuhmu tapi di suaramu”. “ Oh iya Nory, aku akan menumbuk Rainbow
dustku di sini. Kebetulan aku membawa cermin pelangiku” ucap Rainblowra. “Ya
tumbuk saja di sini. Kau membawa wadah? Kalau tidak gunakan daun mangkuk itu.
Untuk menumbuk, aku membawa Diamond” jawab Nory. “ Aku juga akan mencampur
Geronimo grape ini dan meriam melatiku. Kau ikut Thundera?” ajak Flowerina. Thundera mengganguk. Mereka
lalu pergi ke tempat yang banyak terdapat daun mangkuknya. Flowerina mengambil
satu buah Geronimo Grape dan satu kuntum meriam melati. “Pertama, campur serbuk
meriam melati dan serbuk Geronimo Grape. Aduk hingga rata. Ah warnanya jadi
ungu” gumam Flowerina. Thundera memperhatikan dengan penuh minat. “Campur
dengan yellow orchid” Katanya sambil melepas satu bunga anggrek kuning dari
bandonya. Setelah itu, dia menumbuk bunga anggrek kuning itu dengan batu yang
terdapat di situ. Serbuk yang semula berwarna ungu, berubah menjadi kuning.
“Jadi juga, kelinci percobaanya siput itu saja” . Flowerina melemparkan
segenggam serbuk kuning itu ke arah siput laut yang sedang melintas. Ajaib !
siput jadi menari. Mereka lalu kembali ke sungai. Di sana, Rainblowra juga
sudah selesai menumbuk rainbow dustnya. “Mau lihat bagaimana hasilnya
Flowerina?” tawar Rainblowra. Flowerina mengangguk. “Valonia cerminku !” cermin
emas Rainblowra dihadapkan ke arah matahari oleh Valonia. Flowerina mundur
beberapa langkah. Serbuk Rainbow dust dilempar ke cermin oleh Rainblowra.
Cermin itu mengeluarkan pelangi yang amat terang dari bagian yang terkena
rainbow dust. “cantiknya” puji Flowerina. “Bagaimana dengan milikmu?” tanya
Rainblowra. Flowerina melempar serbuknya ke arah siput yang sedang lewat.
Seperti tadi, siput itu juga menari. Semua tertawa melihat siput yang menari
berputar putar.
Minggu, 21 Juni 2015
adventure in mermaid world (part 1)
Halo, teman - teman. Lama gak jumpa ya. Aku punya cerita baru lho. Tapi ya,begitulah belum selesai juga. Baru setengahnya. Rencananya mau kucetak jadi buku. Tapi belum selesai sudah ganti ide. Nih ceritaku
Invite the mermaid world
aku
tinggal di istana
yang
terletak di lautan
jauh
dari daratan
dikelilingi
pengawal yang setia
Seorang gadis menutup bukunya. Dia bernama nory.
Nory merupakan princess kerajaan atlanticia. Di mermaid world, semua nama
tempat mengambil nama lautan.Seperti Coralia, Pasifica, Shellow dan lainya.
Nory mempunyai saudara bernama Valonia. Tetapi dia dan Valonia terpisah. Di
daratan, Valonia berada di Camellia art school. Camellia art school merupakan
sekolah berasrama. Di camellia, Karena kesulitan mengucapkan namanya, Valonia
dipanggil Blaire. Dia mempunyai sahabat bernama Selenia dan ellenia.
Pada suatu
hari, ketika Valonia berjalan jalan di pantai, di situlah dia bertemu
Nory. Ketika Valonia berjalan jalan di sekitar pantai,dia melihat seorang anak
perempuan sedang berjemur di pasir pantai.
“ Hai namamu siapa?” Tanyanya.
“Aku
nory kamu siapa?” Jawab Nory.
“Aku Valonia tapi teman teman memanggilku Blaire”
balas Valonia.
“ Bisa berenang?” tanya Nory.
“ Ya” Jawab Valonia.
“Berenang
yuk. Aku bisa bernapas di air. Kamu bisa menyelam?” Ajak Nory.
Mereka lalu
Menyelam. Di air, Valonia melihat kaki Nory berubah menjadi Ekor.
“ Kamu putri
duyung?” tanya Valonia “Ya aku putri duyung, kamu juga kan?” Jawab Nory.
Valonia bingung mendengar
perkataan Nory. Dia lalu melihat kakinya juga berubah menjadi ekor.
“Ekor kita
sama bentuknya ya” kata Valonia.
“ Apa mungkin kita saudara?” Tanya Nory.
“Bagaimana bisa?” Valonia balas bertanya.
Nory lalu menjelaskan, “Di mermaid
world, Bentuk ekor berbeda beda. Jenisnya juga banyak. Ada ekor lion fish
seperti kita, ada ekor dolphin, ekor ikan cupang, ada ekor angel fish, dan
macam macam. Biasanya, sebuah saudara mempunyai jenis ekor yang sama. Nantilah
aku tanya pada bunda.”
“Aku pulang ya” pamit Valonia sambil berenang menjauh.
Di darat,dia melihat ekornya telah berubah menjadi kaki.
“Aneh” gumamnya. Di
Camellia, dia disambut oleh 2 sahabatnya
”Habis darimana Blaire?” tanya
Selenia.
“Habis dari pantai. Tahu tidak ada kejadian aneh sewaktu di pantai
tadi. Aku ceritakan dikamar ya” Jawab Valonia.
Mereka lalu pergi ke kamar.
Sesampainya di kamar,pintu dikunci oleh Ellenia. Kemudian Valonia mulai
bercerita
“Tadi sewaktu di pantai, aku bertemu dengan seorang putri duyung.
Awalnya kukira dia anak perempuan yang sedang bermain. Ketika kami menyelam,
aku melihat kakinya berubah menjadi ekor. Kakiku juga."
Kata gadis itu, "Nanti
dulu siapa tadi namanya?"
"Ooh ya Nory. Kata Nory, jenis ekorku dan ekornya adalah
jenis ekor lionfish. Ekornya seperti berumbai”.
Keesokan harinya, Valonia
kembali ke pantai setelah pelajaran pertama. Dia kembali bertemu Nory.
“Yuk ke
kerajaan. Akan kuperlihatkan sesuatu padamu” Ajak Nory.
Mereka lalu pergi ke
kerajaan. Sesampainya di kerajaan, Nory lalu mengajak Valonia pergi ke
kamarnya. Valonia terkejut melihat kamar Nory. Dari luar tampaknya kecil tetapi
dalamnya besar sekali. Valonia melihat Nory menekan - nekan beberapa bagian di
dinding.
Setelah itu Nory berteriak menyuruh Valonia berpindah “Valonia,
pindah! Nanti kau terperosok ke dalam!”.
Valonia mundur beberapa langkah. Dia
melihat ubin di dekat kakinya bergeser. Berikutnya, Muncul sebuah tiang yang
ujungnya berbentuk seperti mangkok. Di dalam mangkok itu terdapat seuntai
kalung.
“Bagus ya, ini kalung Kerajaan Atlanticia. Kalung ini menunjukkan siapa
yang berhak memimpin Atlanticia. Kalung ini akan bersinar jika yang memegangnya
orang yang berhak.”
Setelah itu, Nory menutup kembali ubin yang bergeser di
lantai. Kalung itu memang bagus. Terbuat dari perak. Bandulnya berbentuk segi
delapan dengan batu sapphire di tengahnya. Di sekeliling batu sapphire itu
terdapat batu ruby kecil – kecil.
Valonia bertanya kepada Nory, “ Apa yang terjadi jika kalung itu tidak
ada?”.
Nory menjawab, “Kalung itu juga merupakan sumber kekuatan Atlanticia.
Jika kalung itu sampai hilang, maka Atlanticia akan runtuh”.
“Berarti, kalung
itu tidak boleh sampai hilang ya” kata Valonia. Nory tersenyum. Setelah itu,
Valonia pamit pulang. Dan berenang ke permukaan. Valonia berniat melihat kalung
itu keesokan harinya. Dia melihat sesuatu di kalung itu. Tapi esoknya, terjadi
sesuatu yang membahayakan kerajaan. Kalung itu hilang !. Valonia, Nory, Dan 3
teman Nory berpetualang untuk mencari
kalung itu.
Begitulah isinya. Tapi masih awal. Nanti akhirnya ada lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)